Sabtu, 24 November 2012

Makalah Konsep Pendidikan Seumur Hidup


Konsep Pendidikan Seumur Hidup


Pendidikan seumur hidup, sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh pakar pendidik dari  zaman ke zaman. Di dalam GBHN 1978, dinyatakan bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Prinsip ini mengartikan bahwa sekolah bukanlah satu-satunya masa bagi setiap orang untuk belajar, melainkan hanya sebagian dari waktu belajar yang akan berlangsung seumur hidup.
Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus-menerus (kontinyu) dari bayi sampai meninggal dunia. Konsep ini sesuai dengan konsep agama Islam seperti yang tercantum dalam hadits Nabi Muhammad SAW, yang menganjurkan belajar mulai dari buaian sampai ke liang kubur. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-benuk belajar secara informal maupun formal, baik yang berlangsug dalam keluarga, sekolah dalam pekejaan dan kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, kebijaksanaan Negara (TAP MPR No.IV/MPR/1973 jo.TAP No.IV/MPR/1978 tentang GBHN yang menetapkan prinsi-prinsip nasional berikut ini.
1.      Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seuuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (arah pembangunan jangka panjang).
2.      Pendidikan berlangsung seumur hidup dan diaksanakan di dalam keluarga (rumah tangga ), sekolah, dan masyarakat.
Sedangkan pemerintah menetapkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.      Pembangunan bangsa dan watak bangsa dimulai dengan membangun subjek manusia Indonesia seutuhnya sebagai perwujudan manusia dan pancasila.
2.      Pembangunan manusia Indonesia  secara khusus merupakan tanggung jawab lembaga dan usaha pendidikan nasional untuk mewujudkannya melalui institusi-insitusi pendidikan.
Secara umum, pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Adapun tujuan pendidikan seumur hidup adalah sebagai berikut :
1.      Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kudrat dan hakikanya.
2.      Dengan meningkatkan proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia hidup dan dinamis.
Dalam undang-undang no. 2 tahun 1989, penegasan tentang pendidikan seumur hidup dikemukakan. Dalam pasal 10 ayat (1) yang berbunyi “penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan diluar sekolah”.
Di samping itu, ada bermacam-macam dasar pemikiran yang menyatakan bahwa pendidikan seumur hidup sangat penting. Adapun dasar pemikiran ditinjau dari berbagai aspek, antara lain:
1.      Tinjauan ideologis
Mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan serta ketrampilan adalah hak asasi bagi setiap manusia. Keberadaan pendidikan seumur hiup memberikan jalan bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi sesuai dengan kebutuhan hidupnya.

2.      Tinjauan ekonomis
Pendidikan adalah sebuah bentuk investasi diri. Manusia yang ingin keluar dari kebodohan dan kemiskian harus terus belajar sepanjang hayatnya agar bisa selalu menjadi sebuah pribadi yang produktif.
3.      Tinjauan sosiologis
Beberapa orang tua masih kurang menyadari kepentingan dari pendidikan sekolah bagi anaknya. Konsep pendidikan seumur hidup dapat menjadi salah satu jalan keluar dari masalah tersebut.
4.      Tinjauan Filosofis
Pendidikan seumur hidup akan memberikan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara
5.      Tinjauan teknologis
Manusia harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan terknologi sehingga mereka dapat selalu menambah pengetahuan maupun keterampilan.
6.      Tinjauan psikologis dan paedagogis
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh besar terhadap pendidikan khususnya konsep dan tekhnik penyampaian. Oleh karena itu, perkembangan ilmu dan teknologi menjadi semakin luas dan kompleks sehingga kebutuhan pendidikan tidak dapat tercukup hanya dengan mengandalkan pendidikan sekolah.
Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup
Penerapan konsep pendidikan seumur hidup dalam dunia pendidikan, sebagaimana yang dikemukakan oleh Guruge (dalam Ihsan, 2005:48), berimplikasi pada 6 jenis program pendidikan, antara lain pendidikan baca tulis fungsional, pendidikan vokasional, pendidikan profesional, pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan serta pendidikan kultural dan pengisian waktu luang.
a. Pendidikan Baca Tulis Fungsional
Dari segi implementasinya, program baca tulis merupakan cara paling murah dan praktis untuk mendapatkan dan menyebarkan pengetahuan. Berbagai pengetahuan baru dapat diperoleh dari bahan bacaan. Namun, kemampuan baca tulis hanya bisa berarti bila dapat ditunjang dengan ketersediaan bahan-bahan bacaaan.
Ihsan (2005: 49) menyatakan bahwa ada dua hal yang menjadi realisasi dari program baca tulis fungsional, yaitu: a) memberikan kecakapan membaca-menulis-menghitung yang fungsional bagi anak didik, b) menyediakan bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimiliki. 
b. Pendidikan Vokasional
Program pendidikan vokasional merupakan salah satu program yang penting dalam rangka pendidikan seumur hidup, khususnya Indonesia. Sebagaimana negara berkembang pada umumnya, sistem pendidikan yang sudah diterapkan kini sebagian besar diambil dari negara Barat. Akibatnya, output pendidikan sekolah pada umumnya menjadi kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berada dalam taraf pembangunan diri (Ihsan, 2005:50). Dari sinilah kemudian pendidikan vokasional hadir untuk memberikan bekal kepada para peserta didik agar menjadi tenaga kerja yang produktif.
c. Pendidikan Profesional
Pendidikan professional diciptakan untuk mewadahi kebutuhan kaum professional yang harus selalu bisa mengikuti kemajuan dan perubahan. Sebagai bentuk perwujudannya, muncullah sebuah konsep built in mechanism yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan yang berkaitan dengan kinerja mereka, seperti halnya metodologi, perlengkapan, sikap yang professional, dan lain-lain (Ihsan, 2001: 50). Dengan demikian, golongan professional akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan yang ada.
d. Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik
Baik warga negara maupun para pemimpin masyarakat sangat membutuhkan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik, karena pendidikan ini mempunyai peranan yang krusial dalam mencapai sebuah kehidupan bernegara yang demokratis sebagaimana mestinya.
e. Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Luang
Seseorang yang disebut educated man harus memahami dan menghargai sejarah, kesusastraan, agama, filsafat hidup, seni dan musik bangsa sendiri. Pengetahuan tersebut di samping memperkaya khasanah hidupnya, juga memungkinkan untuk mengisi waktu luang yang lebih menyenangkan.
Selain itu, konsep pendidikan seumur hidup juga berimplikasi pada sasaran pendidikan, yang terbagi dalam 6 kategori, yaitu para buruh dan tani, golongan remaja yang terganggu pendidikan sekolahnya, pekerja berketerampilan, golongan teknisian dan profesional, pemimpin dalam masyarakat, dan anggota masyarakat yang sudah tua.
Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan memiliki implikasi ekonomi yang menyenangkan, alternatif dalam menghadapi struktur sosial yang cenderung selalu berubah. Ada beberapa hal yang diperlukan dalam pendidikan yaitu:
1.      Pertimbangan ekonomi
Pendidikan seumur hidup dapat memberikan banyak manfaat secara ekonomi, baik dalam meningkatkan produktivitas pekerja dan keuntungan, maupun meningkatkan kualitas hidup serta melepaskan diri dari kebodohan, kemiskinan dan eksplorasi.
2.      Keadilan
Pendidikan seumur hidup dalam konteks keadlian dapat memperkecil peranan sekolah sebagai alat untuk melestarikan ketidakadilan.
3.      Faktor peranan keluarga
Selama ini, keluarga adalah inti dari sumber pendidikan. Dengan adanya pendidikan seumur hidup,  tugas-tugas yang selama ini menjadi tanggungjawab keluarga dapat menjadi lebih ringan sebab sistem pendidikan yang semakin diperluas sehingga dapat menjangkau anak-anak dan orang dewasa sekaligus.
4.      Faktor perubahan peranan sosial
Dari segi peranan sosial, pendidikan seumur hidup dapat mempermudah individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan hubungan yang terjadi dengan orang lain.
5.      Perubahan teknologi
Kemajuan teknologi dari waktu ke waktu menyebabkan kerenggangan dan keterasingan manusia dengan sesamanya. Hal ini dapat dikurangi dengan adanya pendidikan seumur hidup.
6.      Factor vokasional
Pendidikan vokasional atau kejuruan diciptakan agar setiap individu dapat menjadi seorang tenaga kerja yang handal, terampil dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Strategi Pendidikan Seumur Hidup
Dalam pendidikan seumur hidup, ada 4 macam konsep kunci yang dikenal, antara lain:
a) Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri
Pendidikan seumur hidup adalah sebuah ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman hidup dengan menerapkan sebuah sistem pendidikan yang meliputi seluruh rentang usia.
b) Konsep belajar seumur hidup
Istilah belajar ini merupakan kegiatan meskipun tidak ada organisasi sekolah.
c) Metode belajar seumur hidup
Keberadaan sistem pendidikan berfungsi untuk membantu orang-orang dalam belajar beradaptasi dengan lingkungan mereka sepanjang hayat.
d) Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup
Konsep pendidikan seumur hidup membutuhkan sebuah kurikulum yang praktis sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dan prinsip pendidikan seumur hidup dapat diimplementasikan.
Arah Pendidikan Seumur Hidup
Yusuf (dalam Ihsan, 2005: 47) menerangkan bahwa arah pendidikan seumur hidup terbagi menjadi dua, yaitu:
a) Pendidikan seumur hidup pada orang dewasa
Sebagai generasi penerus, para pemuda ataupun dewasa membuuhkan pendidikan seumur hidup untuk memenuhi kebutuhan ‘self interest’ mereka, seperti kebutuhan baca tulis dan latihan keterampilan.
b) Pendidikan seumur hidup bagi anak
Pendidikan seumur hidup bagi anak merupakan sisi lain ang perlu memperoleh perhatian dan pemenuhan. Pengetahuan dan kemampuan anak memberikan peluang yang lebih besar bagi pembangunan di masa depan. Proses pendidikan seumur hidup bagi anak menenekankan pada metodologi agar motivasi, kunci dan kepribadian belajar dapat tertanam dengan kuat dalam diri anak. 
------
Sumber: 
Ihsan, Fuad. 2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Hasbullah, 2001. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Tidak ada komentar: